Bagi saya, menonton acara Fashion Show adalah pengalaman yang selalu saya nanti-nantikan. Kesempatan itu tidak datang setiap saat, sehingga ketika akhirnya berhasil mendapatkan tiket, rasanya campur aduk antara bahagia dan tidak sabar. Bahkan beberapa hari sebelumnya saya sudah menyiapkan outfit, power bank, hingga memastikan kamera ponsel siap mengabadikan setiap momen.
Hari yang ditunggu pun tiba. Sejak siang saya sudah berada di lokasi agar tidak ketinggalan penampilan pembuka. Suasana semakin meriah ketika lampu panggung mulai menyala dan ribuan mata hadirin ikut menyaksikan lenggak lenggok para penampil secara bersama. Hampir sepanjang acara saya merekam video, mengambil foto, dan sesekali mengunggah cerita ke media sosial agar teman-teman juga bisa merasakan keseruannya.
Namun, di tengah euforia acara, muncul rasa tidak nyaman pada mata. Awalnya mata terasa SEpet karena terlalu lama fokus ke panggung dan layar ponsel. Tidak lama kemudian berubah menjadi PErih, apalagi lokasi event yang pencahayaannya begitu berubah dengan efek panggung agar lebih dramatis. Menjelang event berakhir, mata terasa semakin LElah sehingga saya mulai kesulitan menikmati penampilan artis favorit.
Awalnya saya menganggap gejala tersebut hanya kelelahan biasa. Ternyata, rasa tidak nyaman itu membuat saya beberapa kali berhenti merekam karena mata terasa perih. Bahkan saat penampil favorit dibawakan, saya lebih sibuk mengusap mata daripada menikmati suasana. Momen yang seharusnya menjadi pengalaman tak terlupakan justru sedikit terganggu karena gejala mata kering.
Pengalaman itu membuat saya sadar bahwa gejala mata SEpet, PErih, dan LElah memang jangan pernah disepelekan, ingat ya #MataSePeLeJanganSepelein. Contohnya saja aktivitas yang terlihat ringan, seperti menatap layar ponsel terlalu lama, berada di ruangan atau area ber-AC, hingga paparan cahaya lampu saat aktivitas dalam ruangan berlangsung, ternyata dapat memicu mata menjadi kering.
![]() |
| Dokpri emma bunga |
Beruntung, saya teringat membawa si biru #InstoDryEyes di dalam tas. Ukurannya yang simpel membuatnya mudah dibawa ke mana saja. Setelah menggunakan Insto Dry Eyes sesuai aturan pakai, mata terasa lebih nyaman dan kelembapannya kembali terjaga. Rasa sepet dan perih pun berangsur berkurang sehingga saya bisa kembali menikmati konser hingga selesai tanpa terus-menerus terganggu.
Sejak saat itu, Insto Dry Eyes menjadi salah satu barang wajib yang selalu ada di tas saya, terutama saat menghadiri acara Fashion Show, traveling, bekerja di depan laptop dalam waktu lama, atau melakukan aktivitas yang membuat mata bekerja ekstra.
Selain menggunakan Insto Dry Eyes untuk membantu meredakan gejala mata kering, saya juga mulai menerapkan beberapa kebiasaan sederhana. Saya berusaha lebih sering berkedip saat menatap layar, membatasi penggunaan gawai tanpa jeda, menerapkan aturan 20-20-20 (setiap 20 menit melihat objek sejauh sekitar 20 kaki selama 20 detik), serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih agar mata tetap terhidrasi.
Kini saya belajar bahwa menikmati gaya hidup aktif bukan hanya soal datang ke berbagai acara atau mengabadikan setiap momen, tetapi juga menjaga kesehatan mata. Mata yang nyaman membuat kita bisa menikmati setiap pengalaman tanpa gangguan.
Karena itu, jangan anggap remeh gejala mata SEpet, PErih, dan LElah. Bisa jadi itu adalah tanda mata kering yang perlu segera ditangani. Dengan menjaga kesehatan mata dan selalu siap sedia Insto Dry Eyes, setiap momen spesial akan terasa lebih nyaman dan tetap menjadi kenangan indah dan #BebasMataKering

0 Comments